• SMKN 2 SIBOLGA
  • SMK Bisa, SMK Hebat. Siap Kerja, Santun, Mandiri, dan Kreatif.

Lembaga Demografi UI: Lulusan SMK Sumbang Tingkat Pengangguran Tertinggi

Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) ungkap data jumlah dan tingkat pengangguran terbuka lulusan vokasi yang paling tinggi. Hasilnya lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) menduduki peringkat pertama.
Hal itu disampaikan dalam diskusi bulanan yang dilaksanakan pada hari Jumat (31/3/2023) dengan tema "Penyiapan SDM Lulusan Vokasi di Masa Depan".

Lulusan SMK Jadi Pengangguran Tertinggi
Peneliti LD FEB UI yaitu Dr Dwini Handayani SE MSi memaparkan kondisi pendidikan dan pekerjaan Indonesia melalui berbagai pertimbangan. Seperti kesesuaian potensi permintaan dan ketersediaan lulusan, sumber daya manusia, kurikulum, prasarana dan kualitas lulusan vokasi.

Berbagai pertimbangan itu dipadukan dengan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2022 yang menjelaskan bila 1,8 juta atau 22% pengangguran terbuka datang dari lulusan vokasi. "Angka ini terbilang besar," ujar Dwini.
Angka terbesarnya datang dari lulusan SMK dengan angka 1,6 juta. Adapun lulusan D1, D2, dan D3 sebesar 159 ribu, dan D4 sekitar 22 ribu orang.

Lebih lanjut, Ratna Indrayanti SE MSE yang juga peneliti LD FEB UI menjelaskan pengangguran lulusan SMK tertinggi datang dari mereka yang memiliki bidang keahlian teknologi dan rekayasa dengan jumlah 717 ribu orang, bisnis manajemen sebesar 412 ribu orang, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan jumlah sekitar 282 ribu.

"Sedangkan jumlah terendah berasal dari jurusan energi pertambangan serta seni dan industri kreatif," ujar Ratna. Hanya saja untuk persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja atau tingkat pengangguran terbuka jurusan energi pertambangan merupakan yang tertinggi dengan angka 19,3 % disusul Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan angka 16 %.

Namun, secara umum rerata penghasilan buruh/karyawan/pegawai lulusan SMK relatif lebih besar dibandingkan lulusan sekolah menengah atas. Besar rerata penghasilan lulusan SMK Rp 2.963.631 sementara alumnus SMA Rp 2.870.914. Adapun lulusan D4 penghasilannya relatif sama dengan S1.

Pada dasarnya, Ratna menjelaskan ada cara untuk lulusan SMK menghindari status pengangguran. Caranya dengan memiliki pengalaman lebih yang didapatkan dari pelatihan. Sertifikat tersebut bisa memudahkan siswa untuk masuk ke dalam pasar kerja. Sayangnya, angkatan kerja yang mengikuti pelatihan malah sangat minim.

Selain mengikuti pelatihan tenaga kerja, ada beberapa strategi lain untuk mendorong terciptanya lapangan pekerjaan yang berkelanjutan yaitu:

- Melakukan Tracer Study dan memperbaiki sistem data base lulusan
- Meningkatkan pendidikan dan pelatihan keterampilan. Lebih baik bila lulusan mendapat lebih dari satu jenis pelatihan.
- Memfasilitasi mobilitas pasar tenaga kerja.
- Mengembangkan sistem informasi pasar tenaga kerja agar lebih baik
- Memperkenalkan dan memperkuat perlindungan sosial.

Menanggapi pemaparan dua peneliti LD FEB UI, Ir Muhammad Iqbal Abbas, MBA yang merupakan Perencana Ahli Utama Kedeputian Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kemen PPN/Bappenas menjelaskan bila pemerintah tengah mengembangkan program yang berkaitan dengan pengangguran.

Program tersebut bernama Peta Okupasi Nasional. Program ini menjadi sebuah upaya penciptaan link and match tenaga kerja.

Diketahui Peta Okupasi Nasional merupakan peta kebutuhan okupasi riil IDUKA (Industri dan dunia kerja) pada suatu area fungsi yang berisi definisi dan diintegrasikan ke dalam kerangka kualifikasi yang dapat menjadi acuan dalam perencanaan dan pengembangan standardisasi.

Ada beberapa manfaat dari Peta Okupasi Nasional bagi beberapa pihak, seperti:

1. Tenaga Kerja, Siswa, dan Peserta Pelatihan

- Membantu pengembangan profesinya
- Membantu memberikan arah dan pilihan dalam pengembangan merdeka belajar.
- Memberikan bantuan personal branding yang bisa menambahkan kepercayaan diri tenaga kerja untuk bisa berprofesi.

2. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan

- Memberikan acuan bagi pengembangan program pembelajaran yang tepat.
- Mendukung pengembangan kurikulum.
- Mendukung pengembangan profil lulusan.

3. Lembaga Sertifikasi Profesi

- Mendukung pengembangan pelayanan sertifikasi sesuai dengan skema nasional
- Mendukung perencanaan asesmen
- Mendukung pengembangan perangkat asesmen

4. Otoritas Sertifikasi

- Mendukung pengembangan skema sertifikasi secara nasional

5. Industri dan dunia kerja

- Mendukung rekrutmen berbasis kompetensi
- Mendukung perencanaan pengembangan SDM
- Mendukung rencana pengembangan karir profesional SDM

Itulah beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk menurunkan angka pengangguran terlebih bagi lulusan SMK.

Sumber : https://www.detik.com/edu/sekolah/d-6649071/lembaga-demografi-ui-lulusan-smk-sumbang-tingkat-pengangguran-tertinggi

Tulisan Lainnya
SKB Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan KA

Keputusan Bersama ini ditetapkan sebagai pedoman nasional dalam pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital dan kecerdasan artifisial pada seluruh jalur pendidikan, baik formal, nonf

01/04/2026 13:50 - Oleh Administrator - Dilihat 65 kali
Panduan Hubungan Industrial Bagi Murid SMK

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya panduan ini, yang disusun dengan semangat kepedulian untuk mempersiapkan murid SMK menghadapi tantangan dunia kerja

01/04/2026 13:47 - Oleh Administrator - Dilihat 46 kali
Program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri (3+1) SMK Jembatan Lulusan SMK

Kebutuhan tenaga kerja dari luar negeri setiap tahun mengalami peningkatan yang tajam. Hal ini membuat negara luar mencari ketersediaan tenaga kerja yang kompeten untuk mengisi industri

01/04/2026 13:45 - Oleh Administrator - Dilihat 52 kali
Toleransi dan Pendidikan Karakter Jadi Fokus Penguatan Pendidikan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya penguatan karakter dan nilai toleransi dalam sistem pendidikan nasional. Hal tersebut disa

01/04/2026 13:42 - Oleh Administrator - Dilihat 40 kali
Kemendikdasmen Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi Karakter dan Penggerak Sosial

Suasana salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H berlangsung dengan khidmat di Halaman Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Sabtu (21/3). Jemaah yang terdiri dari

01/04/2026 13:40 - Oleh Administrator - Dilihat 46 kali
Lomba Foto, Artikel dan Karya Jurnalistik Kemdikbud Tahun 2023

Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dalam rangkaian Bulan Merdeka Belajar tahun 2023, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek

04/04/2023 12:54 - Oleh Administrator - Dilihat 1028 kali
8 Sekolah Kedinasan untuk Anak Lulusan IPA & SMK, Yuk Cek!

Sekolah kedinasan menjadi salah satu pilihan favorit bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Sebab, lulusan sekolah kedinasan akan menjadi cal

04/04/2023 12:28 - Oleh Administrator - Dilihat 63511 kali
Memilih Jalur Wirausaha sebagai Alternatif Karier Lulusan SMK

  Saat ini dunia kerja makin kompetitif dan membutuhkan keterampilan yang mumpuni. Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sering kali merasa kesulitan dalam m

04/04/2023 12:17 - Oleh Administrator - Dilihat 3599 kali
Indonesia Miliki CoE Terbesar untuk Kelistrikan, Otomasi industri, dan Energi Terbarukan

Revolusi 4.0 dalam industri global akan menciptakan permintaan yang tinggi terhadap tenaga ahli kelistrikan, otomasi industri, dan energi terbarukan. Untuk memanfaatkan potensi tersebut

04/04/2023 12:08 - Oleh Administrator - Dilihat 513 kali
Pembaruan Data Pokok Pendidikan Tahun 2023 dalam rangka Perencanaan 2024 DAK Fisik Bidang Pendidikan

Menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 7245/A.A1/PR.07.05/2023 tanggal 1 Maret 2023, perihal Pemutakhiran Da

04/04/2023 11:46 - Oleh Administrator - Dilihat 919 kali